Jangan Menangis Bumiku
Bumiku, pertiwi pusaka
Begitu harum namamu, agung sedari dulu
Bumiku sayang, pertiwiku raya
Bukan hakku melarangku menangis,
Ku tahu sudah letih dirimu berusaha berdiri tegap,
Namun apa daya kakimu tlah runtuh
Racun melepuh keluar dari perutmu
Bau busuk merusak harummu
Kaki-kaki mungil iblis tlah mencoreng auramu
Tertawa lepas mereka menghanguskan hijau ladangmu
Hijau tlah menjadi abu, biru tlah berlumpur
Usap air matamu pertiwi, masih ada tangan suci senantiasa memelukmu mendekapmu
Second Menu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Follow me......
What time is it?
Blogger templates
Popular Posts
-
Saya Dian Ineke Damayanti. Lebih akrab dipanggil Copeg (panggilan SMA) dan Dian ID (panggilan di kampus). Saya kelahiran 13 September 1994...
-
Visi dan Misi Visi FKIP adalah mnjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggul dalam pengembangan SAINTEKS, penghasil Tenaga...
-
Universitas Jember merupakan perguruan tinggi negeri yang terletak di kota Jember, Jawa Timur. Kampus UNEJ berada di kawasan hijau yang ra...
-
. Ini nih salah satu sayur favoritku WORTEL. Kalo ditanya kenapa Dian ID suka wortel? Alesanya simpel. karena mataku cacat jadi mau ga ma...
-
Pendidikan Biologi merupaka satu diatara sekian program studi yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengeahuan Universitas Jember. Pendidik...
-
Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu , Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari . P...
-
Berdasarkan riwayatnya, ikan yang uniknya selangit ini merupakan salah satu ikan hasil domestikasi tertua di dunia. Ikan bernama la...
-
Sabtu, 22 September 2013 Di tugas PAB 2013 ini saya Dian Ineke Damayanti dari kelompok kemangi (Ocimum sanctum) berkesempa...
-
Lee Kun-hee Born January 9, 1942 (age 71) Uiryeong , South Korea Alma mater Waseda University Occupation Chairman of Samsun...
-
Jangan Menangis Bumiku Dewasa ini, kerusakan lingkungan bukan mnejadi hal yang tabu untuk diperbincangkan. Bencana dan marabahay terjadi s...



0 komentar:
Posting Komentar